fbpx

Info Jurusan Sastra Jawa

Sastra Jawa? Belajar apa aja ya?

Banyak sekali orang yang bertanya mengenai prospek lulusan sastra Jawa. Bagi mereka yang ingin melanjutkan  studi di universitas, pertanyaan prospek lulusan suatu program studi memang penting untuk diketahui. Sebab, hal ini  sangat berkait erat dengan masa depan kelak ketika lulus kuliah. Mungkin Anda akan dengan mudah menjawab  prospek lulusan studi ekonomi, kedokteran, teknik, dan lain-lain karena luasnya lapangan kerja dan adanya  kepastian masa depan dari lulusan program studi tersebut. Namun, bagaimana prospek program studi yang satu  ini? Sebagai jurusan yang tidak begitu populer, program ini tidak banyak diketahui oleh khalayak umum. Lalu  Seperti apa jika prospek studi sastra Jawa dikaitkan dengan profesi yang akan digeluti kelak? Profesi apa sajakah  yang mungkin digeluti lulusan program studi sastra Jawa? mari kita temukan jawabannya bersama Bimbel Educate

Info Jurusan Sastra Jawa, Lengkap Hingga Matkulnya | Educate
Info Jurusan Sastra Jawa, Lengkap Hingga Matkulnya | Educate 0

Dosen. Profesi ini adalah profesi yang paling tepat. Alasannya, semua mata kuliah yang dipelajari kelak akan  berguna jika menjadi dosen. Saat ini peluang untuk menjadi dosen dari bidang ilmu humaniora cukup besar. Ada  beberapa sub bidang yang bisa anda geluti di antaranya filologi, susastra, linguistik, dan kebudayaan. Dari  keempat sub bidang tersebut saat ini masih kekurangan tenaga pengajar. Sebagai contoh, pakar linguistik Jawa  Kuna di Indonesia cuma ada dua orang, sementara kebutuhan akan pengajar studi Jawa Kuna masih belum  tercukupi mengingat jumlah mahasiswa yang terus meningkat berkali-kali lipat setiap tahunnya di berbagai  perguruan tinggi. Untuk menjadi dosen, paling tidak Anda harus melanjutkan program pascasarjana ketika lulus  dari program sarjana strata satu.

Peneliti. Menjadi seorang peneliti ilmu humaniora terbilang unik. Jumlah ahli di Indonesia terkait bidang humaniora  masih sangat sedikit. Sementara itu, kebutuhan pakar-pakar ilmu ini semakin besar dari berbagai lini kebutuhan  termasuk industri. Lantas apa hubungannya humaniora dengan industri? Keberhasilan suatu perusahaan sangat  erat kaitannya dengan kemampuan pemasaran suatu produk baik barang maupun jasa. Keberhasilan pemasaran  itu ditentukan oleh kemampuan perusahaan dalam menarik konsumen. Sikap konsumen itulah yang ada kaitannya  dengan kebudayaan. Bagaimana sebuah produk multinasional dapat diterima oleh masyarakat juga perlu kajian  budaya lokalnya. Contoh lain terkait peneliti, untuk penelitian filologi, ilmu yang mempelajari tentang naskah kuno,  masih sangat dibutuhkan oleh bangsa Indonesia. Sebagian besar naskah kuno yang berisi ilmu pengetahuan justru  saat ini berada di luar negeri. Sementara itu, kebutuhan tenaga filolog di Indonesia juga terus meningkat.

Jurnalis. Ilmu bahasa amat diperlukan dalam dunia jurnalistik. Bagaimana seorang jurnalis dapat menulis dengan  baik tanpa memiliki latar pendidikan bahasa yang tepat? Meskipun studi sastra Jawa fokus pada kajian bahasa  daerah, lulusan sastra Jawa juga diberi berbagai pengatahuan dasar ilmu linguistik bahasa Indonesia. Pada  dasarnya, bahasa Jawa maupun bahasa Indonesia memiliki kedekatan pola. Mahasiswa juga diajarkan tata  bahasa Indonesia sekaligus. Fonologi, Morfologi, Sintaksis dan Pragmatis bahasa menjadi bekal ilmu kebahasaan  yang patut dimiliki lulusan sastra Jawa. Dalam dunia jurnalistik, kemampuan ini sangat diperlukan dalam menulis  dan mengedit suatu tulisan. Pembelajaran bahasa yang intensif juga didapat dari kuliah bahasa Indonesia  akademik yang banyak melatih kemampuan berbahasa yang baik dan benar.

Guru. Kebutuhan akan jumlah guru bahasa Jawa di daerah semakin meningkat. Selama ini, guru-guru bahasa di  daerah kebanyakan justru tidak berlatar pendidikan bahasa Jawa. Bahasa Jawa jelas merupakan kemampuan  dasar lulusan sastra Jawa, oleh karena itu, lapangan kerja menjadi guru bahasa Jawa pun terbuka lebar. Meskipun  kuliah sastra Jawa tidak berlatar studi pendidikan bahasa, tapi kemampuan bahasa lulusan studi sastra Jawa  dapat diperhitungkan.

Periklanan. Meskipun ada studi khusus yang membahas tentang periklanan, dalam berbagai mata kuliah sastra  Jawa, mahasiswa diberi keterampilan dalam memainkan bahasa. Kata adalah senjata. Kata-kata yang menarik  perhatian orang hingga membeli suatu produk tidak dibuat asal-asalan. Studi sastra Jawa memiliki kuliah Bahasa  dalam Kebudayaan. Kearifan budaya dalam kata menjadi inti kuliah ini. Termasuk juga pragmatik dan semantik  bahasa yang mempelajari makna suatu bahasa. Hal ini amat dibutuhkan dalam merangkai kata-kata. Oleh karena  itu, lulusan sastra Jawa pun layak untuk menduduki bidang profesi periklanan.

Baca Artikel Lainnya

Yang bisa bantu kamu jadi lebih siap menghadapi SBMPTN

Lihat artikel Lainnya

Leave a Reply

1
Salam, ada yang bisa kami bantu?
Powered by