fbpx
Category

Uncategorized

Ranking Universitas

By | Uncategorized | No Comments

Ranking Universitas Versi Kemendikti

1. Institut Teknologi Bandung
2. Universitas Gadjah Mada
3. Institut Pertanian Bogor
4. Universitas Indonesia

Lihat Detail
Ranking Universitas Negeri Versi Kemendikti | Pedagocamp

Dalam memilih PTN tentunya kita ingin PTN terbaik. Tapi patokan terbaik itu apa aja sih? Adakah ranking PTN di Indonesia?

Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Negeri ( Kemenristekdikti) mengeluarkan hasil klasterisasi perguruan tinggi non-vokasi di Indonesia tahun 2018. Perguruan tinggi tersebut terdiri dari universitas, institut, dan sekolah tinggi. Pengumuman ini dikeluarkan secara resmi oleh Kemenristekdikti melalui situs web resminya. Selain itu, Kemenristekdikti mengunggah hasik klasterisasi ini di akun resmi Instagram-nya, @ristekdikti.

Klasterisasi yang dilakukan Kemenristekdikti merupakan upaya untuk memetakan mutu dan potensi perguruan tinggi, sehingga menjadi data yang dapat digunakan sebagai informasi valid.

Sumber data klasterisasi perguruan tinggi 2018 terdiri dari tujuh sumber data, yakni:

  1. Kinerja kemahasiswaan
  2. Akreditasi internasional
  3. Jumlah mahasiswa asing
  4. Data kerja sama perguruan tinggi
  5. Kinerja riset, kinerja abdimas, kinerja inovasi
  6. Data dosen dan data mahasiswa
  7. Akreditasi institusi dan program studi
Bimbel intensif artikel bermanfaat persiapan SBMPTN 2019 | Educate 3

Selain itu, jumlah publikasi yang terindeks scopus juga digunakan sebagai sumber data klasterisasi.

Aspek dan indikator

Aspek dan bobot setiap indikator dalam klasterisasi mencakup lima aspek utama, yakni

1. Kualitas sumber daya manusia (25 persen)

Pada aspek ini, beberapa indikator digunakan, yakni presentasi dosen berpendidikan S-3 dengan bobot 0.45.

Persentasi dosen dalam jabatan lektor kepala dan guru besar dengan bobot 0.45. Indikator persentasi dosen dalam jabatan lektor kepala dan guru besar bobot 0.10

2. Aspek kelembagaan (28 persen)

Indikator yang digunakan dalam aspek ini terdiri dari, akreditasi institusi BAN PT dengan bobot 0.35.

Akreditasi Program Studi BAN PT dengan bobot 0.50. Tak hanya itu, jumlah program studi terakreditasi internasional dengan bobot 0.05.

Jumlah mahasiswa asing memiliki bobot 0.05. Sementara, kerja sama perguruan tinggi dengan bobot 0.05.

Info Lengkap SBMPTN 2019 berikut Jadwalnya | Pedagocamp

3. Aspek kemahasiswaan (12 persen)

Satu indikator pada aspek ini, yakni kinerja mahasiswa dengan bobot 1.00.

4. Aspek penelitian dan pengabdian kepada masyarakat (30 persen)

Aspek ini terdiri dari beberapa indikator, di antaranya kinerja penelitian dengan bobot 0.50. Sedangkan, kinerja pengabdian kepada masyarakat memiliki bobot 0.30.

Indikator lain yakni jumlah artikel ilmiah terindeks per jumlah dosen memiliki bobot 0.20.

5. Aspek inovasi (5 persen)

Indikator yang digunakan adalah kinerja inovasi dengan bobot 1.00.

100 universitas

Selengkapnya berikut daftar klasterisasi perguruan tinggi di Indonesia:

Bimbel intensif artikel bermanfaat persiapan SBMPTN 2019 | Educate 4

1. Institut Teknologi Bandung
2. Universitas Gadjah Mada
3. Institut Pertanian Bogor
4. Universitas Indonesia
5. Universitas Diponegoro
6. Institut Teknologi Sepuluh Nopember
7. Universitas Airlangga
8. Universitas Hasanuddin
9. Universitas Padjajaran
10. Universitas Andalas
11. Universitas Negeri Yogyakarta
12. Universitas Brawijaya
13. Universitas Pendidikan Indonesia
14. Universitas Negeri Malang
15. Universitas Sumatera Utara
16. Universitas Negeri Semarang
17. Universitas Sebelas Maret
18. Universitas Udayana
19. Universitas Negeri Jakarta
20. Universitas Negeri Makassar
21. Universitas Lampung
22. Universitas Jember
23. Universitas Jenderal Soedirman
24. Universitas Riau
25. Universitas Negeri Medan
26. Universitas Negeri Padang
27. Universitas Negeri Surabaya
28. Universitas Syiah Kuala
29. Universitas Islam Indonesia
30. Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya
31. Universitas Sam Ratulangi
32. Universitas Sriwijaya
33. Universitas Telkom
34. Universitas Atma Jaya Yogyakarta
35. Universitas Katolik Parahyangan
36. Universitas Muhammadiyah Malang
37. Universitas Mataram
38. Universitas Muhammadiyah Surakarta
39. Universitas Katolik Soegijapranata
40. Universitas Bina Nusantara
41. Universitas Kristen Petra
42. Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
43. Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur
44. Universitas Pendidikan Ganesha
45. Universitas Surabaya
46. Universitas Tadulako
47. Universitas Negeri Gorontalo
48. Universitas Bengkulu
49. Universitas Sanata Darma
50. Universitas Tarumanegara
51. Universitas Tanjungpura
52. Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta
53. Universitas Halu Oleo
54. Universitas Jambi
55. Universitas Lambung Mangkurat
56. Universitas Gunadarma
57. Universitas Negeri Manado
58. Universitas Ahmad Dahlan
59. Universitas Pancasila
60. Universitas Trisakti
61. Universitas Pasundan
62. Institut Seni Indonesia Depansar
63. Universitas Warmadewa
64. Universitas Muslim Indonesia
65. Universitas Mulawarman
66. Universitas Djuanda
67. Universitas Kristen Satya Wacana
68. Universitas Nasional
69. Universitas Islam Malang
70. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Perbanas Surabaya
71. Universitas Islam Bandung
72. Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya
73. Universitas Mercu Buana
74. Universitas Kristen Duta Wacana
75. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Malangkucecwara
76. Sekolah Tinggi Filsafat Theologi Jakarta
77. Universitas Stikubank
78. Universitas Islam Sultan Agung
79. Institut Teknologi Malang
80. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia Surabaya
81. Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
82. Universitas Kristen Maranatha
83. Institusi Seni Indonesia Yogyakarta
84. Universitas Merdeka Malang
85. Institut Seni Indonesia Padang Panjang
86. Universitas Pelita Harapan
87. Universitas Widya Gama
88. Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
89. Universitas Nusa Cendana
90. Universitas Bung Hatta
91. Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka
92. Universitas PGRI Adi Buana
93. Sekolah Tinggi Hukum Bandung
94. Universitas Wijaya Kusuma Surabaya
95. Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti
96. Universitas Dian Nuswantoro
97. Universitas Palangka Raya
98. Universitas Pendidikan Nasional
99. Institut Sains dan Teknologi Akprind
100. Universitas Slamet Riyadi

Ranking Universitas

By | Uncategorized | No Comments

Ranking Universitas Versi Kemendikti

1. Institut Teknologi Bandung
2. Universitas Gadjah Mada
3. Institut Pertanian Bogor
4. Universitas Indonesia

Lihat Detail
Ranking Universitas Negeri Versi Kemendikti | Pedagocamp

Dalam memilih PTN tentunya kita ingin PTN terbaik. Tapi patokan terbaik itu apa aja sih? Adakah ranking PTN di Indonesia?

Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Negeri ( Kemenristekdikti) mengeluarkan hasil klasterisasi perguruan tinggi non-vokasi di Indonesia tahun 2018. Perguruan tinggi tersebut terdiri dari universitas, institut, dan sekolah tinggi. Pengumuman ini dikeluarkan secara resmi oleh Kemenristekdikti melalui situs web resminya. Selain itu, Kemenristekdikti mengunggah hasik klasterisasi ini di akun resmi Instagram-nya, @ristekdikti.

Klasterisasi yang dilakukan Kemenristekdikti merupakan upaya untuk memetakan mutu dan potensi perguruan tinggi, sehingga menjadi data yang dapat digunakan sebagai informasi valid.

Sumber data klasterisasi perguruan tinggi 2018 terdiri dari tujuh sumber data, yakni:

  1. Kinerja kemahasiswaan
  2. Akreditasi internasional
  3. Jumlah mahasiswa asing
  4. Data kerja sama perguruan tinggi
  5. Kinerja riset, kinerja abdimas, kinerja inovasi
  6. Data dosen dan data mahasiswa
  7. Akreditasi institusi dan program studi
Bimbel intensif artikel bermanfaat persiapan SBMPTN 2019 | Educate 3

Selain itu, jumlah publikasi yang terindeks scopus juga digunakan sebagai sumber data klasterisasi.

Aspek dan indikator

Aspek dan bobot setiap indikator dalam klasterisasi mencakup lima aspek utama, yakni

1. Kualitas sumber daya manusia (25 persen)

Pada aspek ini, beberapa indikator digunakan, yakni presentasi dosen berpendidikan S-3 dengan bobot 0.45.

Persentasi dosen dalam jabatan lektor kepala dan guru besar dengan bobot 0.45. Indikator persentasi dosen dalam jabatan lektor kepala dan guru besar bobot 0.10

2. Aspek kelembagaan (28 persen)

Indikator yang digunakan dalam aspek ini terdiri dari, akreditasi institusi BAN PT dengan bobot 0.35.

Akreditasi Program Studi BAN PT dengan bobot 0.50. Tak hanya itu, jumlah program studi terakreditasi internasional dengan bobot 0.05.

Jumlah mahasiswa asing memiliki bobot 0.05. Sementara, kerja sama perguruan tinggi dengan bobot 0.05.

Info Lengkap SBMPTN 2019 berikut Jadwalnya | Pedagocamp

3. Aspek kemahasiswaan (12 persen)

Satu indikator pada aspek ini, yakni kinerja mahasiswa dengan bobot 1.00.

4. Aspek penelitian dan pengabdian kepada masyarakat (30 persen)

Aspek ini terdiri dari beberapa indikator, di antaranya kinerja penelitian dengan bobot 0.50. Sedangkan, kinerja pengabdian kepada masyarakat memiliki bobot 0.30.

Indikator lain yakni jumlah artikel ilmiah terindeks per jumlah dosen memiliki bobot 0.20.

5. Aspek inovasi (5 persen)

Indikator yang digunakan adalah kinerja inovasi dengan bobot 1.00.

100 universitas

Selengkapnya berikut daftar klasterisasi perguruan tinggi di Indonesia:

Bimbel intensif artikel bermanfaat persiapan SBMPTN 2019 | Educate 4

1. Institut Teknologi Bandung
2. Universitas Gadjah Mada
3. Institut Pertanian Bogor
4. Universitas Indonesia
5. Universitas Diponegoro
6. Institut Teknologi Sepuluh Nopember
7. Universitas Airlangga
8. Universitas Hasanuddin
9. Universitas Padjajaran
10. Universitas Andalas
11. Universitas Negeri Yogyakarta
12. Universitas Brawijaya
13. Universitas Pendidikan Indonesia
14. Universitas Negeri Malang
15. Universitas Sumatera Utara
16. Universitas Negeri Semarang
17. Universitas Sebelas Maret
18. Universitas Udayana
19. Universitas Negeri Jakarta
20. Universitas Negeri Makassar
21. Universitas Lampung
22. Universitas Jember
23. Universitas Jenderal Soedirman
24. Universitas Riau
25. Universitas Negeri Medan
26. Universitas Negeri Padang
27. Universitas Negeri Surabaya
28. Universitas Syiah Kuala
29. Universitas Islam Indonesia
30. Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya
31. Universitas Sam Ratulangi
32. Universitas Sriwijaya
33. Universitas Telkom
34. Universitas Atma Jaya Yogyakarta
35. Universitas Katolik Parahyangan
36. Universitas Muhammadiyah Malang
37. Universitas Mataram
38. Universitas Muhammadiyah Surakarta
39. Universitas Katolik Soegijapranata
40. Universitas Bina Nusantara
41. Universitas Kristen Petra
42. Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
43. Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur
44. Universitas Pendidikan Ganesha
45. Universitas Surabaya
46. Universitas Tadulako
47. Universitas Negeri Gorontalo
48. Universitas Bengkulu
49. Universitas Sanata Darma
50. Universitas Tarumanegara
51. Universitas Tanjungpura
52. Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta
53. Universitas Halu Oleo
54. Universitas Jambi
55. Universitas Lambung Mangkurat
56. Universitas Gunadarma
57. Universitas Negeri Manado
58. Universitas Ahmad Dahlan
59. Universitas Pancasila
60. Universitas Trisakti
61. Universitas Pasundan
62. Institut Seni Indonesia Depansar
63. Universitas Warmadewa
64. Universitas Muslim Indonesia
65. Universitas Mulawarman
66. Universitas Djuanda
67. Universitas Kristen Satya Wacana
68. Universitas Nasional
69. Universitas Islam Malang
70. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Perbanas Surabaya
71. Universitas Islam Bandung
72. Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya
73. Universitas Mercu Buana
74. Universitas Kristen Duta Wacana
75. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Malangkucecwara
76. Sekolah Tinggi Filsafat Theologi Jakarta
77. Universitas Stikubank
78. Universitas Islam Sultan Agung
79. Institut Teknologi Malang
80. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia Surabaya
81. Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
82. Universitas Kristen Maranatha
83. Institusi Seni Indonesia Yogyakarta
84. Universitas Merdeka Malang
85. Institut Seni Indonesia Padang Panjang
86. Universitas Pelita Harapan
87. Universitas Widya Gama
88. Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
89. Universitas Nusa Cendana
90. Universitas Bung Hatta
91. Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka
92. Universitas PGRI Adi Buana
93. Sekolah Tinggi Hukum Bandung
94. Universitas Wijaya Kusuma Surabaya
95. Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti
96. Universitas Dian Nuswantoro
97. Universitas Palangka Raya
98. Universitas Pendidikan Nasional
99. Institut Sains dan Teknologi Akprind
100. Universitas Slamet Riyadi

Ranking Universitas Swasta

By | Uncategorized | No Comments

Ranking Universitas Swasta Versi Kemenristekdikti, Webometrics dan UniRank

1. Universitas Bina Nusantara
2. Universitas Islam Indonesia Yogyakarta
3. Universitas Kristen Petra
4. Universitas Muhammadiyah Malang

Lihat Detail
Ranking Universitas Swasta Versi Kemendikti | Pedagocamp

Tidak lolos Perguruan Tinggi Negeri (PTN) bukanlah akhir dari dunia. Masuk Perguruan Tinggi Swasta (PTS) pun bukan aib, malah membanggakan juga. Asalkan kita punya tekad untuk belajar.

Jangan anggap PTS nggak ada yang bagus. Soalnya, HAI punya daftar PTS terbaik nih! Daftar PTS terbaik ini dirangkum dari tiga sumber: Kemenristekdikti, Webometrics, dan UniRank.

Penilaian Webometrics berdasarkan data seperti Presence, Impact, Openness, dan Excellence. Presence merupakan jumlah halaman website (html) Universitas dan halaman dinamik yang tertangkap oleh mesin pencari Google.

Impact merupakan jumlah eksternal link yang unik (jumlah backlink) yang diterima oleh domain web universitas (inlinks) yang tertangkap oleh mesin pencari Google. Openness merupakan jumlah file dokumen, Microsoft Word, and Microsoft Powerpoint yang online/open di bawah domain website universitas yang tertangkap oleh mesin pencari Google Scholar. Excellence merupakan jumlah artikel-artikel ilmiah publikasi perguruan tinggi yang bersangkutan yang terindeks di Scimago Institution Ranking dan di Google Scholar.

Sedangkan kalo Kemenristekdikti, mutu pendidikan dinilai dari empat komponen, yakni kualitas kelembagaan, kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), kualitas kegiatan kemahasiswaan serta kualitas penelitian dan publikasi ilmiah.

“Daftar klasterisasi perguruan tinggi ini merupakan data resmi dari Kemenristekdikti yang dapat digunakan sebagai informasi valid bagi masyarakat,” kata Menristekdikti Mohamad Nasir dilansir dari laman resmi Kemenristekdikti.

UniRank yang dahulu bernama 4ICU (4 International Colleges and Universities) memiliki kriteria: terakreditasi, memiliki program setidaknya 4 tahun untuk S1 atau memiliki program pasca sarjana, serta memberikan format pembelajaran tradisional atau tatap muka.

Dengan rilis universitas terbaik ini, HAI ingin membantu para calon mahasiswa supaya nggak bingung memilih dan memilah mana saja universitas terbaik yang layak dia pertimbangkan.

Tanpa berlama-lama, yuk, segera kita simak bersama-sama daftar terbaru universitas swasta terbaik di Indonesia tahun 2018!

Ranking Universitas Swasta Versi Kemendikti | Pedagocamp 1

1. Universitas Bina Nusantara

Peringkat 48 Kemenristekdikti, 16 Webometrics, dan 15 UniRank

Lokasi: Jakarta, Tangerang, Bekasi

Jurusan Unggulan:

Teknik Industri
Sistem Komputer
Teknik Sipil
Teknologi informasi atau ilmu komputer.
Desain Komunikasi Visual

Tes masuk: 12 Mei – 21 Juni 2018 (Tergantung kampus dan jurusan)

Ranking Universitas Swasta Versi Kemendikti | Pedagocamp 2

2. Universitas Islam Indonesia Yogyakarta

Peringkat 41 Kemenristekdikti, 20 Webometrics, dan 25 UniRank

Lokasi: Yogyakarta

Jurusan unggulan:

Hukum
Pendidikan Kimia
Ilmu Komunikasi
Tes masuk: 9 Januari – 4 Agustus 2018

Ranking Universitas Swasta Versi Kemendikti | Pedagocamp 3

3. Universitas Kristen Petra

Peringkat 30 Kemenristekdikti, 31 Webometrics, dan 42 UniRank)

Lokasi: Wonocolo, Surabaya

Jurusan unggulan:

Teknik Informatika
Ilmu Komunikasi
Teknik Sipil

Tes masuk: Januari – Juni 2018

Ranking Universitas Swasta Versi Kemendikti | Pedagocamp 4

4. Universitas Muhammadiyah Malang

Peringkat 39 Kemenristekdikti, 34 Webometrics, dan 39 UniRank

Lokasi: Malang, Jawa Timur

Jurusan unggulan:

Matematika
Kedokteran
Teknik Informatika
Psikologi
Manajemen

Tes masuk: 21 Mei 2018 – 13 Juli 2018

5. Universitas Kristen Satya Wacana

Peringkat 36 Kemenristekdikti, 23 Webometrics, dan 55 UniRank)

Lokasi: Salatiga, Jawa Tengah

Jurusan unggulan:

Akuntansi
Sistem Informasi
Ilmu Ekonomi

Tes masuk: 2 April – 16 Agustus 2018

6. Universitas Telkom

Peringkat 61 Kemenristekdikti, 25 Webometrics, dan 24 UniRank

Lokasi: DayeuhKolot, Bandung

Jurusan unggulan:

Teknik Elektro
Manajemen bisnis Telekomunikasi Informatika,
Teknik telekomunikasi
Desain Komunikasi visual
Tes masuk: 2 Mei – 29 Juni 2018

7. Universitas Katolik Parahyangan

Peringkat 34 Kemenristekdikti, 36 Webometrics, dan 65 UniRank

Lokasi: Bandung

Jurusan unggulan:

Hubungan Internasional
Arsitektur
Hukum
Filsafat
Tes masuk: 9 Mei – 27 Juli 2018

8. Universitas Surabaya

Peringkat 31 Kemenristekdikti, 52 Webometrics, dan 49 UniRank

Lokasi: Surabaya

Jurusan unggulan:

Akuntansi
Manajemen
Desain/Multimedia
Psikologi
Tes masuk: 31 Mei – 4 Juli 2018

9. Universitas Sanata Dharma

Peringkat 32 Kemenristekdikti, 50 Webometrics, dan 50 UniRank

Lokasi: Sleman, Yogyakarta

Jurusan unggulan:

Sastra Indonesia
Pendidikan Bahasa Inggris,
Filsafat
Tes masuk: 22 – 31 Mei 2018

10. Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Peringkat 87 Kemenristekdikti, 30 Webometrics, dan 71 UniRank

Lokasi: Jakarta Selatan

Jurusan unggulan:

Ekonomi dan Bisnis
Psikologi
Akuntansi
Ilmu Komunikasi
Tes masuk: 30 April – 7 Agustus 2018

Cara lulus seleksi sbmptn

By | Uncategorized | No Comments

Cara lulus seleksi sbmptn? Ini dia rahasianya!

Bimbel intensif artikel bermanfaat persiapan SBMPTN 2019 | Educate 3

Halo kalian. Tidak terasa ya sudah kelas 3 SMA dan sebentar lagi kamu akan menapaki jenjang pendidikan yang lebih tinggi lagi yaitu perkuliahan. Ngomong-ngomong soal kuliah, kalian sudah pasang target belum mau kuliah di mana? Kalau kalian mau kuliah di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) kalian mau gak mau harus melewati beberapa jalur diantaranya SBMPTN. Tapi tahukah kalian bahwa kurang dari 20% peserta SBMPTN saja yang diterima di perguruan tinggi negeri. Itu baru PTN lho ya, belum PTN favorit. Apalagi PTN favorit, mungkin kurang dari 5% saja yang diterima. Terus bagaimana donk cara agar lulus seleksi SBMPTN? Berikut kaka share tips nya.

Tips lulus seleksi sbmptn

Note: Perlu diingat SBMPTN 2019 kali ini berbeda dengan SBMPTN sebelumnya baik SBMPTN soshum maupun SBMPTN saintek. Jadi tips kali ini kaka buat special karena sedikit berbeda dengan tips sukses SBMPTN pada umumnya.

Info Lengkap SBMPTN 2019 berikut Jadwalnya | Pedagocamp

1. Catat jadwal-jadwal pentingnya, jangan sampai terlewat

Pertama kalian harus mengetahui kapan-kapan saja pendaftaran hingga ujian SBMPTN 2019 dilaksanakan. Jangan sampai terlewat karena bila terlewat semua usahamu dan tips-tips setelah ini akan jadi percuma. Adapun untuk info-info jadwal SNMPTN dan SBMPTN bisa lihat di bawah ini:

Jadwal – jadwal SNMPTN 2019

Launching SNMPTN: 4 Januari 2019

Pengisian dan Verifikasi PDSS: 4-5 Januari 2019

Pendaftaran SNMPTN: 4-14 Februari 2019

Pengumuman hasil SNMPTN: 23 Maret 2019

Jadwal – jadwal SBMPTN 2019

Pendaftaran Ujian SBMPTN: 12 Januari s/d 27 Maret 2019

Ujian SBMPTN (12 kali terdiri dari 24 Sesi): 30 Maret s/d 26 Mei 2019

Pengumuman Hasil Ujian: 10 April s/d 2 Juni 2019

Pendaftaran SBMPTN untuk ke PTN: 10-24 Juni 2019

Pengumuman hasil SBMPTN: 9 Juli 2019

2. Temukan minat bakatmu, lalu bidik jurusan dan PTN mu segera

Ini penting. Dengan menemukan minat dan bakatmu sesegera mungkin kalian bisa fokus belajar untuk menggapai jurusan yang sudah kalian targetkan yang sesuai minat dan bakatmu. Dan yang lebih penting lagi, dengan menemukan minat bakatmu kalian enggak akan galau untuk mengganti target jurusan di tengah jalan saat lagi asyik belajar persiapan menghadapi SBMPTN 2019. Yang terpenting, dengan mengetahui minat dan bakatmu kalian bisa terhindar dari salah jurusan kuliah nantinya. Karena 87% mahasiswa di Indonesia merasa salah jurusan kuliah lho. Buat kalian yang mau ikutan program di mana kalian bisa mengetahui minat bakat, memilih jurusan kuliah yang tepat sesuai diri kalian dan keinginanmu hingga siap menghadapi SBMPTN 2019 dengan soal metode HOTS lalu lulus masuk jurusan kuliah yang sudah ditargetkan kalian bisa klik di sini.

3. Selain minat dan bakat, berikan alasan yang kuat kenapa kalian ingin masuk jurusan tersebut

Misal kalian mau masuk pertanian untuk menciptakan sebuah sistem pertanian yang menekan biaya pemupukan dan memaksimalkan hasil tani sehingga membantu mensejahterakan warga di desa kalian. Kalau perlu kalian ambil foto mahasiswa pertanian (Misal: IPB), dengan jaket almamaternya, lalu ganti wajahnya dengan wajahmu. Tulis di bawahnya namamu, tahun, prestasimu (missal: Boerhan, 2025, penemu benih beras kualitas unggul yang bisa dipanen setiap 1 bulan). Pandangi itu, hayati sebelum kalian tidur. Dan jangan lupa berdoa sebelum tidur.

Dengan cara itu kalian akan lebih kuat lagi untuk serius mengejar target jurusan kuliah dan tidak mudah galau ganti jurusan di tengah jalan. Yang lebih mengerikan, cara ini bisa mengaktifkan kekuatan alam bawah sadarmu sehingga tidak hanya otakmu saja yang berjuang mati-matian untuk SBMPTN 2019, tapi seluruh tubuhmu akan ikut mendukung kesuksesanmu di SBMPTN 2019. Kalo kata orang kalian nantinya akan mengalami Mestakung (Semesta Mendukung).

4. Ketahui persaingan untuk masuk di jurusan yang kalian targetkan. Lalu pasang target nilai yang lebih

Yap, misal kalian sekarang ngincer doi eh bukan maksudnya ngincer kedokteran, yang passing grade nya 600. Maka kalian harus terus latihan dengan target nilai kalian lebih dari 600. Kak tapi kan SBMPTN sekarang beda. Terus masih berpatokan dengan Passing Grade tahun-tahun sebelumnya? Kalau boleh jujur passing grade tahun-tahun sebelumnya pun juga gak akurat karena yang mengeluarkan bukan pihak yang resmi mengelola SBMPTN. Tapi passing grade cukup efektif untuk dijadikan patokan.

Mengingat SBMPTN 2019 kali ini masih baru, lalu patokan nya apa? Ya mau gak mau masih lihat passing grade SBMPTN sebelumnya saja dan jadikan passing grade ini HANYA sebagai target nilai yang HARUS kalian LAMPAUI. Jangan kalian puas bila sudah mencapai passing grade.

5. Fokuslah untuk mengejar target nilaimu

Buat skala prioritas. Apa yang kalian prioritaskan saat ini? Ya lulus SBMPTN 2019 lalu diterima di jurusan yang amu targetkan. Lalu kegiatan lain seperti ekskul, lomba, shooting sinetron (eaa berasa artis), dll gimana donk? Ya kalian sebisa mungkin harus menundanya sampai SBMPTN 2019 usai. Itu adalah ujian kesungguhanmu apakah kalian benar-benar ingin masuk jurusan yang kalian dambakan lewat SBMPTN 2019 atau tidak. Kalau kalian masih berhasil tergoda oleh kegiatan yang lain berarti kalian belum sungguh-sungguh. Sama aja kalo kalian sungguh-sungguh sama si doi ya kalian ga bakal tergoda oleh dia dia yang lainnya.

6. Harus memahami rumus bukan sekedar menghafal

Ini penting, khususnya buat kalian yang mau ambil jurusan Saintek di SBMPTN. Apalagi SBMPTN 2019 kali ini menggunakan soal metode HOTS (high Order Thinking Skill) yang lebih memainkan nalarmu daripada hafalanmu. Jadi rumus itu jangan dihafal tapi dipahami. Dengan memahami rumus, kalian gak akan pusing bila si pembuat soal memainkan kalian dengan mengutak atik variable di soal yang endingnya kalian harus menganalisis rumus yang kalian pakai hingga memodif rumus tersebut.

Kalo kalian khawatir sama soal-soal metode HOTS, kalian bisa belajar sama ahlinya di sini.

7. Tahun ini pakai soal metode HOTS yang lebih banyak porsinya! Manfaatkan bimbel atau Try Out SBMPTN yang mengadopsi metode ini

Iya ini benar sekali. Jangan sampai kalian try out dan ikutan bimbel yang belum mengadopsi soal metode HOTS karena bisa-bisa upaya mu percuma. Cari try out yang sudah mengadopsi metode soal HOTS dan juga bimbel yang melatih kalian menguasai cara menjawab soal-soal metode HOTS.

Kalian bisa ikutan try out yang sudah mengadopsi soal metode HOTS di sini

Dan kalian bisa mengikuti program belajar yang melatih kalian menguasai cara menjawab soal-soal metode HOTS di sini.

8. Gagal di ujian SBMPTN? Jangan sedih, ada kesempatan sekali lagi di tahun ini. Kegagalan pertamamu adalah bahan introspeksi yang luar biasa bernilainya

Ingat ya. SBMPTN 2019 kalian punya kesempatan dua kali. Jadi kalau kalian gagal di kesempatan pertama jangan sedih. Masih ada kesempatan sekali lagi. Saran kaka di kesempatan kedua kalian ambil target yang sama, SBMPTN yang sama (maksudnya kalo ambil Saintek ya saintek, soshum ya soshum juga, jangan pindah yang awalnya saintek jadi soshum begitu juga sebaliknya) karena kalau kalian ambil SBMPTN dan target yang berbeda maka kalian akan kembali buta. Sebaliknya kalau kalian ambil target dan SBMPTN yang sama kalian bisa banyak belajar dan menganalisis dari kegagalan SBMPTN yang kalian ambil di kesempatan pertama. Jadi gagal di SBMPTN 2019 kesempatan pertama itu bukan musibah, kalian bisa banyak dapat hal berharga dari situ!

Note: Perlu kalian ketahui, tidak ada IPC di SBMPTN kali ini. Hanya ada Saintek dan Soshum.

9. Jaga Kesehatan dan Jangan Lupa Berdoa

Semoga tulisan ini bermanfaat untuk kalian semua khususnya anak-anak IPA yang mau sukses di SBMPTN Soshum. Tetaplah semangat dan optimis menghadapi SBMPTN. Tetaplah percaya diri kalian bisa masuk jurusan kuliah manapun yang kalian inginkan. Walaupun kalian ingin sekali masuk jurusan Soshum, akan tetapi lebih baik bila kalian mencoba mengetahui kecerdasan terpendam kalian karena bila seseorang belajar dan berkarya sesuai dengan kecerdasan terpendam yang orang tersebut miliki maka orang tersebut bisa 100 kali lebih hebat daripada yang belajar dan berkarya tidak sesuai dengan kecerdasannya. (Kalian bisa mengetahui kecerdasan kalian di sini)

Info Lengkap SBMPTN 2019

By | Uncategorized | No Comments

Info Lengkap SBMPTN 2019 Dan Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Lainnya

Fakta dan Alurnya

Info Lengkap SBMPTN 2019 berikut Jadwalnya | Pedagocamp

Halo teman-teman semuanya. Udah kelas 3 SMA? Udah siap menghadapi SBMPTN 2019 belum? Kalo udah siap coba sebutkan perbedaan signifikan SBMPTN 2019 dengan SBMPTN sebelumnya?

Tahukan teman-teman, SBMPTN 2019 ini sangat sangat sangat berbeda dibandingkan SBMPTN sebelumnya. Apa saja yang berbeda? terus selain perbedaan dengan SBMPTN sebelumnya ada fakta apa lagi ya tentang SBMPTN 2019? Yuk kita simak

Bimbel intensif artikel bermanfaat persiapan SBMPTN 2019 | Educate 3

Fakta SBMPTN 2019

Fakta SBMPTN 2019 yang pertama:

Alokasi Penerimaan Mahasiswa Baru Perguruan Tinggi Negeri 2019

SNMPTN

SNMPTN ini MINIMAL 20% dari kuota daya tampung setiap prodi di PTN. Jadi kalo di sebuah prodi (misal prodi Sastra Inggris) itu menampung 100 mahasiswa, seminimal-minimalnya 20 mahasiswa diterima lewat jalur SNMPTN. Ingat itu minimal lho. Jadi kampus boleh memberikan kuota lebih dari 20%.

SBMPTN

MINIMAL 40% dari kuota daya tampung setiap prodi di PTN. Berarti kalo di prodi sastra Inggris tadi ada 100 mahasiswa, maka seminimal-minimal nya ada 40 mahasiswa yang diterima lewat jalur SBMPTN. Mungkin juga lebih karena 40% adalah kuota minimal.

Mandiri

MAKSIMAL 30% dari kuota daya tampung setiap prodi di PTN. Berarti kalo di prodi sastra Inggris ada 100 orang mahasiswa, ga akan lebih dari 30 mahasiswa merupakan mahasiswa yang diterima lewat jalur mandiri.

Fakta SBMPTN 2019 yang kedua:

100% Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK)

Fakta SBMPTN 2019 yang ketiga:

Dilaksanakan oleh lembaga tes masuk perguruan tinggi negeri (LTMPT) dengan soal terstandarisasi. O ya LTMPT ini sendiri dibentuk dengan status yang lebih permanen ya guys. Maksudnya ka? maksudnya setelah SBMPTN ini selesai maka LTMPT tidak bubar. Mereka akan terus menganalisis dan mengembangkan kualitas penyeleksian masuk perguruan tinggi untuk tahun berikutnya. Beda dengan sebelumnya yang setiap event SBMPTN selesai maka kepanitiaan berakhir sampai situ.

Fakta SBMPTN 2019 yang keempat:

BACA INI DENGAN SEKSAMA. Calon mahasiswa dapat melaksanakan tes di 85 PTN. Boleh pilih yang terdekat dengan tempat tinggal. Misal kalian tinggal di Semarang, ya kalian bisa ambil tes nya di UNDIP. Nanti ada semacam spot yang berisi komputer-komputer untuk kalian mengerjakan ujian tulis berbasis komputer. Clear kan?

Fakta SBMPTN 2019 yang kelima:

PERHATIKAN INI. Tes UTBK akan berlangsung selama Maret-Mei 2019, sebanyak 24 gelombang setiap hari Sabtu dan Minggu.

Fakta SBMPTN 2019 yang keenam:

PERHATIKAN JUGA INI. Calon mahasiswa diperbolehkan mengikuti tes 2x dalam kurun 1 tahun dengan biaya Rp.200.000 untuk 1x pendaftaran. Dengan kata lain kamu bakal daftar 2x kalau mau ujian 2x. Kalo sekali langsung keterima dan puas dengan hasil tersebut maka kalian cukup daftar 1x dan tentunya bayar 1x aja.

Fakta SBMPTN 2019 yang ketujuh:

Tes nya terdiri dari Tes Potensi Skolastik (TPS) dan Tes Potensi Akademik (TPA) dengan kelompok ujian Saintek atau Soshum. TIDAK ADA IPC. Jadi untuk 1x tes kalian hanya tes untuk prodi Saintek atau Soshum. Tapi kalian di tes yang kedua (kesempatan tes 2x dengan 2x pendaftaran, lihat fakta sebelumnya) bisa ambil prodi yang berbeda (kalau sebelumnya Saintek bisa ambil Sosjum, begitu pun sebaliknya)

Fakta SBMPTN 2019 yang kedelapan:

Untuk peminat Program Studi bidang studi seni/olahraga, ujian keterampilannya diganti dengan sistem portofolio Non-akademis (seperti SNMPTN)

Fakta SBMPTN 2019 yang kesembilan:

PERHATIKAN. Tes dulu, baru dapat nilai, baru daftar PTN.

Fakta SBMPTN 2019 yang kesepuluh:

Hasil tes bisa kalian gunakan untuk mendaftar ke 2 pilihan. Pilihan apa nih? PTN atau prodi? intinya nanti ada 2 slot. Kalian bisa pilih:
A. 2 prodi yang berbeda dari PTN yang sama

B. 2 prodi yang berbeda dari PTN yang berbeda

C. 1 prodi yang sama dari PTN yang berbeda

Diharapkan dengan cara ini SBMPTN 2019 akan berjalan lebih adil, transparan, fleksibel, efisien dan akuntabel. Jadi gada deh itu yang namanya pandangan bahwa nilai SBMPTN hanya panitia yang tahu, isu lembar jawaban SBMPTN ketumpahan kopi panitia yang lagi scan LJK terus lembar jawabannya dibuang dan ga dinilai, dll. Ga ada juga kemacetan di pagi hari yang mestinya damai karena seluruh siswa kelas 3 SMA tes di hari yang sama.

Bimbel intensif artikel bermanfaat persiapan SBMPTN 2019 | Educate 4

Alur SBMPTN 2019

Lalu sebagai calon peserta SBMPTN 2019 kita harus ngapain aja? bingung sob? ini dia alurnya:

1. Tentukan yuk prodi pilihanmu dan cari tahu PTN yang menyediakannya. (Bingung milih prodi karena ga tau kita hebat di bidang apa? ikuti kuisnya di sini)

2. Daftarkan diri untuk tes sesuai bidang jurusan pilihan (Saintek/Soshum) di PTN terdekat yang sudah ditunjuk oleh Kementrian (Maret-Mei)

3. Hari H Pelaksanaan tes di PTN terdekat:
-Tes potensi Skolastik
-Tes Kompetensi Akademik (TKA) Kelompok Soshum / Saintek

4. Hasil Tes Diterima Secara Individu

5. Hasil tes dapat digunakan untuk mendaftar ke 2 PTN Pilihan saat periode SBMPTN

6. PTN akan melakukan seleksi internal untuk memutuskan lulus/tidaknya peserta

Yang Perlu kalian Perhatikan

1. Soal Tes Kompetensi Akademik akan diberlakukan pendekatan Higher Thinking Skills (HOTS). Bagi teman-teman yang khawatir tidak bisa mengerjakan soal HOTS bisa temukan solusinya dengan klik di sini

2. Kalau hasil tes kalian kurang memuaskan, kalian bisa daftar 1x lagi di tahun yang sama. Kalian bisa gunakan nilai tertinggi dari hasil 2x tes tersebut untuk daftar ke PTN.

3. LTMPT (Penyelenggara SBMPTN 2019) hanya memberikan hasil nilai tes. Bukan memberi rekomendasi ke PTN terhadap seorang peserta untuk diterima atau tidak.

4. Kalian diterima atau tidak di PTN adalah hasil kesepakatan masing-masing PTN.

5. Sebaiknya kalian pilih prodi dulu baru pilih kampus. Biar ga salah jurusan kuliah. (Bingung milih prodi karena ga tau kita hebat di bidang apa? ikuti kuisnya di sini)

Tentang Higher Order Thinking Skills (HOTS)

1. Pendekatan sistem belajar menggunakan lebih banyak proses kognitif
2. Membutuhkan metode belajar dan pengajaran yang berbeda dari Pembelajaran suatu fakta konsep
3. Dalam prosesnya melibatkan kemampuan penilaian yang kompleks seperti berpikir kritis dan pemecahan masalah

Bagi teman-teman yang khawatir tidak bisa mengerjakan soal HOTS bisa temukan solusinya dengan klik di sini

Jadwal – jadwal SNMPTN 2019

Launching SNMPTN: 4 Januari 2019
Pengisian dan Verifikasi PDSS: 4-5 Januari 2019
Pendaftaran SNMPTN: 4-14 Februari 2019
Pengumuman hasil SNMPTN: 23 Maret 2019

Jadwal – jadwal SBMPTN 2019

Pendaftaran Ujian SBMPTN: 12 Januari s/d 27 Maret 2019
Ujian SBMPTN (12 kali terdiri dari 24 Sesi): 30 Maret s/d 26 Mei 2019
Pengumuman Hasil Ujian: 10 April s/d 2 Juni 2019
Pendaftaran SBMPTN untuk ke PTN: 10-24 Juni 2019
Pengumuman hasil SBMPTN: 9 Juli 2019

Sebar info ini seluas-luasnya yuk. Dan bagi kalian yang mau ikutan simulasi SBMPTN 2019 bisa klik tombol di bawah ini.

1
Salam, ada yang bisa kami bantu?
Powered by